Organising dan pentingnya media publikasi dalam serikat

Menguatkan posisi serikat pekerja melalui pengorganisasian adalah usaha yang harus dilakukan terus menerus oleh serikat pekerja. Satu hal yang dibutuhkan disini adalah bagaimana karakter dan image serikat pekerja terbangun baik dan memiliki arti dan nilai penting bagi pekerja dan masyarakat yang mengenalnya. Oleh karenanya media dan publikasi yang baik menjadi kunci dan tidak bisa dipisahkan dari serikat pekerja. Media bisa selalu hadir dalam kegiatan serikat pekerja. Media bisa menguatkan kampanye advokasi. Media bisa mengajak publik untuk bersimpati dan memberikan dukungan kepada buruh. Media mengoptimalkan ruang gerak perjuangan buruh. Maka peran media tidak bisa dinafikan begitu saja, karena media dan publikasi ini adalah pewarta semua aktifitas/kebijakan/aksi serikat untuk anggotanya dan pekerja serta ke pihak terkait (pengusaha dan pemerintah) serta ke masyarakatnya.

Ada kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”. Pepatah ini masih relevan hingga sekarang.


Pepatah itu tidak hanya berlaku bagi manusia, tetapi juga untuk serikat pekerja. Jika pekerja tidak mengenal apa itu serikat, tidak mengetahui apa manfaat yang bakal didapat, sudah pasti mereka tidak akan tertarik menjadi anggota. Termasuk ke pemerintah atau pengusaha, mereka perlu tahu posisi serikat dan tuntutannya.

Oleh karena itu, penting bagi serikat pekerja memiliki tim media untuk mempublikasikan kegiatan dan perjuangan organisasi agar bisa diketahui secara luas. Ketika banyak yang tahu, serikat menjadi dikenal dan mendapat banyak dukungan, hingga akhirnya tak sedikit yang tertarik untuk bergabung menjadi anggota, tak sedikit yang tertarik untuk mendukung kampanye dan aksi serikat.


Menyadari pentingnya keberadaan media di dalam pengorganisasian serikat pekerja, PSI -SASK Energy Project for Indonesia menyelenggarakan Workshop dan Training bertajuk “Mengembangkan Strategi Pengorganisasian Melalui Publikasi dan Media Organisasi” di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat pada 6-8 April 2021. Workshop dan training ini diikuti 33 peserta dari serikat pekerja yang terlibat dalam projek ini, SP PLN Persero, PP Indonesia Power, SP PJB, SPEE-FSPMI, dan Serbuk Indonesia.


Pelatihan yang menghadirkan Narasumber Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S. Cahyono ini bertujuan untuk menguatkan posisi serikat pekerja dalam strategi pengorganisasian, membangun karakter dan image serikat pekerja melalui publikasi dan media sharing, serta membantu organiser dan pemimpin serikat pekerja dalam mempersiapkan publikasi yang baik melalui tulisan, video, poster, leaflet dan lainnya.


Di samping itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membantu serikat pekerja memilih media komunikasi yang tetap dalam mewartakan berita, informasi, dan cerita sukses berorganisasi baik melalui website, media sosial atau bulletin.

Di hari pertama (6/4/2021), peserta mendiskusikan perihal strategi yang harus dilakukan dalam pengorganisasian serikat pekerja. “Sudah berapa lama kawan-kawan bergabung di dalam serikat?” Tanya Kahar mengawali sesi ini. Jawaban peserta beragam. Dari yang paling baru adalah 3 bulan dan paling lama lebih dari 15 tahun. Berdasarkan pengalaman dari peserta, baik yang sudah lama maupun yang baru bergabung dalam serikat, mereka mengatakan bahwa serikat sangatlah penting bagi pekerja. “Berserikat adalah panggilan hati nurani. Di sana kita bisa membantu sesama, berjuang untuk memastikan agar di tempat kita bekerja tidak ada diskriminasi dan pelanggaran hukum ketenagakerjaan,” ujar Novarusiana (SP PLN Persero), yang sudah bergabung di dalam serikat pekerja lebih dari 15 tahun. Hal senada juga disampaikan peserta yang lain.


Memang, ada sejumlah hambatan ketika mengajak pekerja agar bersedia bergabung dan aktif di serikat pekerja. Di antaranya, rasa takut yang berlebihan, adanya larangan, ingin melihat hasilnya dulu, dan lain sebagainya. Namun demikian, berdasarkan pengalaman yang digali dari peserta, hambatan-hambatan tersebut bisa diselesaikan. Kuncinya adalah konsistensi dan keteladanan dari organizer di masing-masing serikat pekerja untuk terus menyuarakan pentingnya berserikat.


Dalam sesi selanjutnya, “brain storming – organising dan pentingnya publikasi yang baik dalam serikat pekerja”, secara bergiliran satu per satu peserta menyampaikan pengalamannya saat bekerja dengan media untuk mempublikasikan kegiatan serikat pekerja. Setelah semua memberikan brain storming, didapat satu kesimpulan, bahwa penting bagi serikat pekerja untuk mempublikasikan kegiatannya melalui media organisasi.


Seperti kata pepatah dalam bagian awal tulisan ini, tak kenal maka tak sayang. Jika kegiatan serikat pekerja tidak dipublikasikan, tidak akan ada yang tahu apa saja yang sudan diperbuat oleh serikat. Karena tidak tahu, mereka akan menganggap bahwa serikat tidak melakukan apa-apa. Lebih parah lagi jika ada yang beranggapan bahwa serikat pekerja tidak berguna.


Di hari kedua (7/4/2021), peserta akan belajar mendokumentasikan laporan dan berita dalam bentuk tulisan, video, foto, dan mempersiapkan materi kampanye melalui gambar (infografis, poster, karikatur, dan sebagainya). Sementara di hari terakhir, besok, peserta akan mempresentasikan hasil praktik penulisan dan materi kampanye.

Foto kegiatan – klik disini

———————————————-

PRESENTASI (silahkan di download dengan bertanggung jawab, kalau mau menggunakan presentasi ini mohon ijin ke narasumber)

One thought on “Organising dan pentingnya media publikasi dalam serikat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s