Konsolidari SPLAS-SERBUK ke unit Sragen

Kamis, 11 Maret 2021, Serikat Pekerja Listrik Area Solo Raya (SPLAS) Unit Sragen mengadakan konsolidasi anggota selama sehari penuh. Kegiatan ini diselenggarakan di aula terbuka RM. Gentan Permai, Jl Ngargoyoso-Kemuning, Karanganyar, untuk meminimalisir kontak di antara peserta sebagai usaha pencegahan inveksi Covid 19.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris SPLAS Tri Joko Susilo, merupakan pertemuan pertama yang melibatkan lebih banyak anggota, setelah sebelum-sebelumnya acara seperti, konsolidasi, pendidikan, dan training-training, dilakukan melalu tim-tim kecil maupun via udara. Selain itu, hadir juga kawan-kawan seperjuangan dari FSPLN Semarang Timur dan Demak, yang sedang berjuang menghadapi kesewenang-wenangan pengusaha. Dan juga hadir bung Fajar Setyo Nugroho, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi SERBUK Indonesia.

Beberapa catatan penting dari kegiatan ini adalah Gerakan Buruh ke depan perlu memperkaya lagi strategi perjuangan, sebab, peraturan-peraturan yang baru di bidang ketenagakerjaan tidak berpihak pada kepentingan pekerja. “PP 35 tahun 21, meskipun baru disahkan, sudah memakarkan korban anggota SERBUK di Sumatera Selatan, hanya dengan alasan produksi sedang menurun, maka perusahaan melakukan PHK. Tanpa perlu membuktikan apa-apa.” Terang Fajar, menceritakaan dampak nyata UU Cipta Kerja dan turunannya.

Selain memperkaya strategi perjuangan, catatan penting lainnya yaitu, memperkuat kesolidan. Sebab tanpa kesolidan gerakan sulit memenangkan tuntutan. Seperti yang disampaikan mas Tri Joko, “kekalahan-kekalahan pekerja di dalam melakukan perjuangan perbaikan di tempat kerja, seringkali gagal karena sesama anggota sudah saling curiga, hilang kepercayaan, yang membuat perjuangan patah di tengah jalan. Jadi, seringkali perjuangan pekerja digagalkan oleh dirinya sendiri. SPLAS tidak boleh begitu.” tegas mas Tri.

Afiliasi Indonesia membangun koordinasi dan kerjasama

Tanggal 4 Maret 2021, PSI Indonesia NCC melakukan rapat koordinasi dan konsolidasi bertempat di Hotel Maxone Kramat Jakarta.

PSI afiliasi di Indonesia terdiri dari 7 (tujuh) serikat pekerja yaitu FSP FARKES R, SPPLN Persero, PP Indonesia Power, SP PJB, SP Angkasa Pura, SP PDAM jakarta dan SP BPJS Ketenagakerjaan

Kegiatan ini selain untuk memberikan update atau perkembangan terkini kondisi dan situasi serikat pekerja afiliasi juga memaparkan isu-isu pergerakan buruh di Indonesia terutama terkait dengan UU Cipta Kerja No 11/2020. Serikat sepakat akan penolakan UU tersebut terutama Kluster Ketenagakerjaan. Serikat sektor ketenagalistrikan menambahkan tentang sub-kluster ketenagalistrikan yang mereka tolak dan saat ini bersama dengan GEKANAS melakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi.

Kegiatan koordinasi dan konsolidasi afiliasi PSI ini akan menjadi agenda rutin bersama guna membangun kekuatan serikat sektor layanan publik di Indonesia.

Setelah pertemuan selesai, serikat sektor ketenagalistrikan mengadakan pertemuan Project Management Committee (PCM) membahas update terkini implementasi kegiatan bersama dan yang dilakukan oleh serikat. Andy Wijaya, Sekjen PP Indonesia Power dan koordinator PCM memimpin pertemuan ini dan melaporkan perkembangan pertemuan mereka dengan GEKANAS.

Pertemuan dengan GEKANAS akan dilakukan hari Senin (8/03/2021) untuk persiapan konferensi pers terkait terbitnya PP No 25/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral

Serikat pekerja sektor ketenagalistrikan mengadakan pertemuan PCM

Sapa Milinieal, SP PLN: Teguhkan Eksistensi, Perjuangan Wujudkan Kesejahteraan

Milenial merupakan generasi yang fenomenal. Satu generasi yang akrab dengan internet. Sebagian besar dari mereka mengandalkan media sosial sebagai tempat untuk mendapatkan informasi.

Terlepas dari itu, sebagai generasi muda, mereka adalah pemilik masa depan. Tak bisa dipungkiri, pada saatnya nanti yang tua akan pergi. Sementara yang muda akan meneruskan estafet perjuangan ini.

Karena itulah, jika serikat pekerja menginginkan gerakan yang berkesinambungan, mau tak mau harus mendekatkan diri dengan kaum milenial.

Inilah yang dilakukan Serikat Pekerja PT Perusahaan Listrik Negara Persero (SP PLN Persero). Sadar bahwa kaum milenial adalah bagian penting dari serikat pekerja, mereka mengadakan kegiatan bertajuk SP PLN Sapa Milenial.

Konsep kegiatan diselenggarakan khas anak muda. Selain tatap muka secara langsung, peserta juga bisa mengikuti kegiatan ini melalui Zoom. Pilihan tempat kegiatan pun menyesuaikan. Di kantor atau di tempat yang nyaman untuk fasilitas pertemuan.

Ketua Umum SP PLN Persero Muhammad Abrar Ali menjelaskan, kegiatan diisi dengan sharing untuk menguatkan posisi serikat dan peran orang muda milenial. Juga disampaikan apa peran SP PLN Persero dalam mempertahankan kedaulatan energi dan kualitas layanan ketenagalistrikan.

“Kami juga menyampaikan peran dan fungsi serikat dalam melindungi dan menyejahterakan anggota dan keluarga. Dalam kesempatan ini, SP PLN Persero mendiskusikan PKB dan isu-isu ditempat kerja,” ujarnya. Lebih dari itu, lanjutnya, dalam kegiatan ini juga disampaikan bagaimana perjuangan serikat pekerja dalam melindungi PLN dari ancaman privatisasi.

Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, akan tumbuh kesadaran di dalam diri milenial, bahwa serikat pekerja memiliki peran penting untuk membela, melindungi, dan mempertahankan hak serta kepentingan para pekerja. Untuk itu, program pendidikan dan pelatihan telah dirancang dan disiapkan. Salah satunya TOT untuk mendidik calon trainer serikat yang akan diselenggarakan di Yogya minggu depan.

Tidak hanya pelatihan, SP PLN Persero bersama dengan Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas) juga melakukan perlawanan terhadap UU Cipta Kerja dengan melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

Sekretaris Jenderal SP PLN Persero Bintoro Suryo Sudibyo menambahkan, SP PLN Sapa Milenial sudah berlangsung dua kali. Pertama diselenggarakan di Padang pada 24 Februari 2021, kemudian di Lampung pada 1 Maret 2021.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal bagi Pengurus DPP dengan Pengurus DPD, DPC dan DPAC; serta membangun komunikasi langsung yang effektif antara DPP SP PLN dengan grassroot (akar rumput), khususnya kaum milenial,” kata Bintoro.

“Selain itu, sebagai upaya untuk melakukan kaderisasi kepengurusan SP PLN guna mempertahankan eksistensi perjuangan SP PLN Persero dalam memperjuangkan kedaulatan energi, mengawal kepentingan perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan insan PLN,” tegasnya.

Local organisers: Perekrutan dan Penguatan Organisasi

Tanggal 06 Februari, bertempat di KC Cirebon, Jawa barat dengan di koordinasi oleh bung Machbub , dan di hadiri 41 pekerja dari PT NSA , DESBASEGA dan HPI Cirebon PP SPEE FSPMI dengan penyampai materi bung Suherman , Mimin Ida Nurjanah , dan Hapsari memberikan materi untuk pembekalan serikat pekerja untuk pekerja dan anggota SPEE OS PLN di wilayah Cirebon. Dalam kesempatan tersebut bung Samsuri wakil FSPMI melantik anggota baru dari PT DESBASEGA , maka jumlah anggota di wilayah Cirebon bertambah.

Pelantikan dan pendidikan dasar serikat pekerja ini kami tujukan untuk penguatan dan pembekalan untuk pekerja , bahwa dengan berserikat mereka paham akan hak-haknya dan sebagai kekuatan bargaining bagi mereka untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja apapun itu jenis pekerjaan nya.

Pendidikan serikat pekerja membekali kekuatan pengetahuan dan ketrampilan

Hari ini, 2 Februari 2021 bertempat di Lampung Selatan, teman-teman pengurus dan anggota baru PUK SPEE-FSPMI PT CDP, outsourcing Biller PT PLN Persero, mengadakan pertemuan dan pelatihan dasar tentang serikat pekerja.

Tanggal 5 Januari 2021 lalu PUK ini dibentuk dan dilantik kepengurusan baru. Maka program kegiatan hari ini adalah kegiatan tindak lanjut untuk menguatkan pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam berserikat.

Pengetahuan dan ketrampilan yang baik bagi pengurus akan menguatkan kemampuan mereka dalam menjalankan peran dan fungsi serikat pekerja di tempat kerjanya sehingga serikat pekerja dapat dijalankan secara efektif dan kuat untuk melindungi dan meningkatkan hak para pekerja.

Kegiatan dasar ini menjadi pondasi edukasi penting bagi SPEE-FSPMI khususnya untuk menguatkan PUK baru mereka

Membangun kekuatan pekerja dalam serikat

Di tengah rasa lelah yang mendera setelah seharian bekerja, para pengurus SERBUK PLTU Sumsel 8  mengadakan diskusi dan penguatan pada tanggal 22 Januari 2021 yang melibatkan perwakilan berbagai vendor. Mereka belajar mengenai hak-hak dasar pekerja terkait jam kerja, upah minimum, dan status hubungan kerja menurut UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Agenda tersebut dilangsungkan di Mess Pekerja di lokasi PLTU Sumsel 8, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Sefriyansah, Wakil Ketua SERBUK PLTU Sumsel 8 menjelaskan bahwa beban kerja yang berat merupakan hambatan bagi pekerja untuk bergabung dengan serikat pekerja.”Mereka lebih memilih untuk istirahat daripada belajar mengani hak-hak mereka di tempat kerja,” ujar Sefri.

Sementara, Tajudin yang memfasilitasi diskusi tersebut menjelaskan bahwa serikat pekerja menjadi alat utama untuk memperjuangkan hak-hak di tempat kerja, apalagi berbagai PLTU yang ada di Sumsel sebenarnya merupakan satu mata rantai yang saling terhubung. “Ada irisan keterkaitan antara PLTU Sumsel 1 dan Sumsel 8, sehingga kami harus saling bekerja sama,” tegas Tajudin.

Tips fotografi bagi serikat buruh

Wakil SP PJB melakukan protest UU Cipta Kerja (Foto Indah Budiarti 2020)

Dokumentasi foto menjadi hal penting dalam setiap kegiatan serikat buruh, baik itu kegiatan yang bersifat konstitutional seperti kongres, konferensi dan pertemuan-pertemuan organisasi ataupun kegiatan pendidikan ataupun aksi organisasi seperti demo, rally, protes dan mogok. Foto menjadi “wakil dari kegiatan atau reportase” dari aktifitas organisasi kita. Atau dalam kontek foto jurnalisme, meletakkan foto sebagai sebuah berita itu sendiri, dimana foto memberikan gambaran yang akurat dari peristiwa aktual yang terjadi.

Foto juga membantu kita dalam melengkapi teks berita (dalam hal ini laporan) melalui ilustrasi gambar yang terekam dari kegiatan yang kita laksanakan. Bagi serikat buruh, ketika kita menyebarkan surat kabar, leaflet atapun brosur kampanye, foto yang baik yang digunakan dapat membantu kita dalam mengirimkan pesan yang kuat kepada para pekerja anggota kita.

Rally Hari Buruh 2015 (Foto Indah Budiarti)

Untuk mengambil foto tentunya kita harus punya kamera, dan sungguh beruntung, kamera sekarang bisa didapatkan dengan harga yang cukup terjangkau, disamping itu juga smartphone juga menyediakan fasilitas kamera dengan kekuatan resolusi yang bagus. Tetapi apakah hasil foto yang bagus ditentukan oleh kualitas kamera dan resolusinya? Jawabannya bisa ya dan tidak. Karena bagaimanapun juga, ketika kita berada pada peristiwa yang unik dan mengabadikan dalam foto, biarpun hanya memggunakan kualitas kamera dari handphone, akan bisa menjadi gambar yang baik ketika foto itu memberikan daya tarik berita. Tetapi bisa saja kita menggunakan kamera profesional DLSR (Digital Single-Lens Reflex) dan tidak tahu cara menggunakan serta tidak memiliki kemampuan untuk mengambil foto yang baik, maka akan juga percuma. Bagaimana juga kamera yang baik tentunya akan membantu kita dalam menghasilkan kualitas foto yang baik juga.

PP Indonesia Power membawa atribut serikatnya dalam acara pengajuan gugatan UU Cipta Kerja ke MK pada tanggal 7 Desember 2020 (Foto Indah Budiarti)

Lalu, tips atau saran seperti apa yang perlu diperhatikan ketika kita menjadi fotografer kegiatan serikat buruh kita:

  1. ambil foto sebanyak mungkin – kamera digital atau kamera smartphone memungkinkan kita untuk mengambil foto sebanyak mungkin tanpa takut kehabisan rol film (film roll), tetapi tentunya kita harus siap dengan memori kamera yang memungkinkan untuk menyimpan foto sebanyak mungkin. Mengambil foto sebanyak mungkin, memberikan ruang bagi kita untuk memilih (melakukan editing) mana foto baik dan tidak
  2. simbol atau atribut – tunjukan dengan bangga simbol atau atribut dari organisasi anda, misal bendera, spanduk, motret orang yang menggenakan T-shirt organisasi kita dan pesan yang disampaikan. Simbol ini juga termasuk lokasi dimana para anggota kita bekerja (tempat kerja) atau rumah serikat buruh, atau juga tempat dimana peristiwa kegiatan dilakukan
  3. hilangkan gangguan – sering kita mengambil foto tetapi tidak pas dengan berita yang ingin kita sampaikan, jadi pastikan bahwa subyek foto kita pas untuk peristiwa yang ingin kita laporkan
  4. Close-up – ambil foto dengan jarak dekat, sehingga foto yang dihasilkan benar – benar kuat dan juga menegaskan bahwa kita berada dalam kegiatan tersebut
  5. foto candid – dalam istilah fotografi, foto candid atau candid shot berarti bahwa subjek yang kita potret tidak dalam kondisi berpose atau ‘sadar’ kamera. Sehingga hasil foto terlihat lebih natural, spontan, dan tidak dibuat-buat.
  6. Ekpresi yang baik – subyek foto hendaknya (harus) sesuai dengan peristiwa dan menjelaskan dengan gamblang emosi dari peristiwa tersebut.
  7. Cahaya – lebih baik tidak menggunakan flash ketika melakukan pengambilan foto kegiatan outdoor, gunakan cahaya alami. Kalaupun didalam ruangan, ikuti saran No. 4, untuk mengambil foto sedekat mungkin
  8. Pemegang kontrol – andalah pemegang kontrol untuk mendapatkan hasil foto yang anda  rancangkan, oleh karenanya atur setiap posisi dari subyek foto kita biarpun dia adalah, misal, seorang menteri, ketika kita ingin mengambil foto dia bersama dengan para pengurus serikat buruh kita
  9. Keaneka-ragaman – sebagaimana saran No 1 untuk mengambil foto sebanyak mungkin, perlu juga diperhatikan untuk mengambil gambar semua subyek yang ada dari setiap kegiatan yang kita abadikan. Misal kegiatan unjuk rasa dan ada buruh yang membawa keluarga, jangan lupa untuk ambil momen mereka: anak atau isterinya yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selamat mencoba dan semoga berguna

Pendidikan advokasi, menguatkan perlindungan pekerja

SPEE-FSPMI DPC Lampung tanggal 17 Januari 2021 di Liwa mengadakan pelatihan advokasi dan bipartit bagi teman-teman pengurus PUK Multi Jaya Adhiaraya. Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan pengurus dalam melakukan advokasi kasus di tempat kerja dan penyelesaiannya permasalahan hubungan industrial secara bipartit.

Pelatihan ini menjadi kunci dasar bagi pengurus tingkat unit kerja agar organisasi bisa bertindak cepat dalam memberikan perlindungan dan pembelaan terhadap anggota. Pengurus di tingkat unit memilki kemampuan merata dan mandiri dalam penyelesaian kasusnya sehingga dapat ditanggapi dengan cepat dan benar. 

Pelatihan ini berisi bagaimana pengurus harus menguasai pelaksanaan peraturan ketenagakerjaan dan implementasinya dalam setiap kebijakan Perusahaan, pelaksana tugas harian organisasi dalam menerima keluhan dan pengaduan anggota dan menindaklanjutinya, memberikan saran-saran dan pendapat hukum/legal opinion. Selain itu yang terpenting dalam advokasi serikat pekerja adalah bagaimana pengurus mampu melakukan edukasi kembali ke para anggota/pekerja tentang hak-hak pekerja dan bagaimana melindungi hak tersebut dan pembelaan bilamana hak tersebut dilanggar.

 

Perkuat perlindungan pekerja di tempat kerja dengan konsolidasi dan advokasi

SPEE-FSPMI Cabang Cirebon melakukan pelatihan advokasi bagi pengurus PUK NSA tanggal 16 Januari 2021 lalu. PUK NSA adalah security yang bekerja di PT PLN setempat. Kegiatan tersebut di fasilitasi oleh Bro Mohamad Machbub, Ketua HPI Wilayah Cirebon. Konsolidasi dan pelatihan ini dilakukan untuk membantu meningkatkan keterampilan advokasi bagi para pengurus di tempat kerja, menangani kasus hubungan industrial dan ketenagakerjaan yang mungkin akan muncul dan dialami pekerja. Dalam hubungan industrial tidak selamanya hubungan antara pengusaha dan pekerja/buruh berjalan dengan baik. Hal ini dimungkinkan adanya perselisihan. Oleh karenanya menguatkan peran pembelaan dan advokasi pengurus unit akan membantu mereka dalam menyelesaikan perselisihan baik secara bipartit, mediasi atau sampai di tingkat pengadilan hubungan industrial.

Maka bekal pengetahuan dan ketrampilan ini dibutuhkan oleh pengurus di tempat kerja. Tindakan ini tentunya harus dilakukan bersamaan dengan konsolidasi antar pengurus lainnya dalam struktur organisasi agar para perangkat memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang setara.