Berjuang lagi untuk PKB, siapa takut!

Konferensi Pers DPP SP PLN Persero pada tanggal 31 Maret 2021 dipimpin oleh Ketua Umum, M. Abrar Ali.
Konferensi Pers DPP SP PLN Persero pada tanggal 31 Maret 2021 dipimpin oleh Ketua Umum, M. Abrar Ali.

Penulis: Kusmiati Nur Apriani, SPEE-FSPMI

Satukan Langkahmu. Tetap Semangat. Jangan Kasih Kendor. Bunyikan slogan”Menyerah atau Kami Habisi!.

Ya, berawal dari slogan tersebut sepertinya perjuangan memang harus terus digencarkan. Kenapa?

Lagi dan lagi perseroan di PLN menunda adanya kelanjutan perundingan PKB, berdasar release yang dikeluarkan perseroan di PLN Kita Newsletter Edisi 623 – 14 April 2021. Sebenarnya bermula dari adanya keberpihakan serikat pekerja baru yang didalamnya distrukturi oleh oknum pejabat tertentu.

Release yang dikeluarkan pihak Perseroan adalah tak lain reaksi dari Konferensi Pers dan Press Realese SP PLN pada Selasa, 31 Maret 2021 di Hotel Santika Bogor Jawa Barat tentang rencana Aksi Mogok yang akan dilakukan SP PLN jika perseroan tak juga ambil sikap untuk melanjutkan perundingan PKB.

Sikap aksi yang diambil tak lain adalah bentuk dari kekesalan SP PLN sendiri terhadap perseroan yang seolah-olah menyepelekan dan tutup mata terhadap hal itu.

Dalam release tersebut memang masih menggunakan bahasa yang terselubung menutupi bahwa perseroan tidak salah tetapi tetap saja terasa adanya rasa keberpihakan

DPP SP PLN ternyata tidak terpancing sama sekali dengan adanya release tersebut, tetap pada strategi awal untuk terus maju dan berjuang melanjutkan perundingan PKB, dengan harapan anggota dan pengurus SP PLN tetap rapatkan barisan juga semangat mendukung langkah ini.

Melalui komunikasi yang baik dari DPP SP PLN kepada instansi atau jaringan serikat pekerja/buruh guna membentuk konsolidasi eksternal dengan tujuan tak lain agar pesan dan aspirasi dapat dipahami oleh Direksi PLN.

Pada RAPIMNAS SP PLN secara Online Virtual yang telah dilaksanakan pada tanggal 12 April 2021 dimana DPP SP PLN akan melaksanakan Penggalangan Dana Perjuangan dan Diklat Dasar-Dasar Organisasi bagi semua pengurus SP PLN dari Sabang sampai Merauke

Tujuannya adalah menyamakan persepsi dan sudut pandang. Hal ini dilakukan dalam rangka Konsolidasi dan Koordinasi bilamana Perseroan masih mengambil sikap yang ambigu dan SP PLN terpaksa harus mengambil hak mogoknya.

Tidak ada usaha yang menghianati hasil, karena kuncinya hanya pada solidaritas anggota dan pengurus itu sendiri, PKB adalah tujuan utama untuk kesejahteraan bersama jadi teruslah memperjuangkannya sampai titik terang itu terlihat.

Organising and the Importance of Union’s Publication and Media

Unions must continuously strengthen themselves through organising. One of the most important things in doing organising works is the characteristic and image of the union. Both must be well built and have deep and important meaning to workers and public. Media and good publication is important and inseparable from unions. Media can be present in unions activities. Media helps to strengthen the advocacy and campaign. Media invite public to give sympathy and to support workers. Media optimise workers’ space of struggle. Media has important roles. Media and publication are the reporter of unions activities/policies/actions to their members and workers as well as the stakeholders (employer and government) and public.

There is an old saying “Out of sight, out of mind” that is still relevant today.

The saying does not only apply on human, but also to unions. Workers who do not know what is union, do not know what the benefit and advantage of being a union member, and therefore, they would not be interested in joining a union. Employers and government need to know union’s position and demands.

Therefore, it is important for unions to have media team to publish their activities and struggle so that public would know. Public will know unions and finally people will be interested to join the union, become members. Eventually, some will support the campaign and action of union.

Upon realizing the importance of media in union organising, PSI-SASK Energy Project for Indonesia organized a workshop and training “Organizing Strategies Development through Publication and Organization Media” at Santika Hotel, Bogor, West Java, 6 to 8 April 2021. The workshop was attended by 33 participants from unions involved in the project: SP PLN Persero, PP Indonesia Power, SP PJB, SPEE-FSPMI, and Serbuk Indonesia.

The training invited a speaker from Department of Communication and Media of KSPI, Kahar S. Cahyono. The training was aimed at strengthening union’s position in organising strategy, to build character and image of union through publication and media sharing, and to help organisers and union leaders to prepare good publication: written, video, posters, leaflet and others.

In additon to that, the training is also aimed at helping unions to choose a continuous communication media in reporting news, information, and success stories of organisng either through website, social media or bulletin.

In the first day of the training (6/4/2021), participants discussed union’s organising strategies. “How long have you been in the union?” Asked Kahar opening the session. Participants’ answers varied. Start from 3 months to more than 15 years. Based on participants’ experience, both old and new members of union, union is important for workers. “Being a member of a union is the call of the soul. We can help each other, fight to ensure that our workplace is free of discrimination and free of violation against the labour law” said Novarusiana (SP PLN Persero), who has been a union member for fifteen years. Other participants said similar things.

Indeed, there are obstacles and difficulties in making workers to join and active in the union. Some of those are excessive fear, prohibition from employer, want to see what are the benefit, and many others. However, based of participants’ experiences, those obstacles and difficulties are manageable. The key is consistency and exemplary of unions’ organizers to voice the importance of union.

The next session was ‘brainstorming –organising and the importance of good publication in unions”. In this session participants told their experience of working with media by publishing one or two union activities. The brainstorming ended with a conclusion of the importance of union to publish their activities.

As the saying said “out of sight, out of mind”. If we do not publish our union, nobody would know what the union does. Lack of knowledge on what unions do, people would think that unions do nothing. It would be worse for people to think that unions are useless.

In the second day (7/4/2021), participants learned to document report and news in the form of writing, video, photos’, and prepared campaign material through images (infographic, posters, caricature, and many others). Meanwhile, on last day (8/4/2021), participants will present their work in writing and campaign material.

Photos – Click disini

Below, campaign videos created by the participants

Konsolidasi FSPLN Serbuk Yogyakarta

Bertempat di Graha Kinasih, Yogyakarta, FSPLN SERBUK Indonesia melakukan konsolidasi dengan 35 orang perwakilan pengurus Serikat Pekerja dari beberapa ULP/Rayon PLN di Jawa Tengah – Daerah Istimewa Yogyakarta.

Konsolidasi yang dilakukan ini sebagai usaha awal untuk memitigasi potensi hambatan dan tantangan, yang mungkin terjadi dalam kontrak multiyears untuk 5 tahun ke depan.

Ada 3 sesi pembahasan dalam pertemuan kali ini. Sesi pertama, dibuka dengan membedah UU No. 11 tahun 2020 tentang cipta kerja dan aturan turunannya, sesi kedua, secara khusus mengupas masalah-masalah di internal tenaga alih daya atau Outsorcing PLN. Dan sesi terakhir, diisi dengan rencana tindak lanjut organisasi dalam 6 bulan ke depan setelah kontrak baru dijalankan

Organising dan pentingnya media publikasi dalam serikat

Menguatkan posisi serikat pekerja melalui pengorganisasian adalah usaha yang harus dilakukan terus menerus oleh serikat pekerja. Satu hal yang dibutuhkan disini adalah bagaimana karakter dan image serikat pekerja terbangun baik dan memiliki arti dan nilai penting bagi pekerja dan masyarakat yang mengenalnya. Oleh karenanya media dan publikasi yang baik menjadi kunci dan tidak bisa dipisahkan dari serikat pekerja. Media bisa selalu hadir dalam kegiatan serikat pekerja. Media bisa menguatkan kampanye advokasi. Media bisa mengajak publik untuk bersimpati dan memberikan dukungan kepada buruh. Media mengoptimalkan ruang gerak perjuangan buruh. Maka peran media tidak bisa dinafikan begitu saja, karena media dan publikasi ini adalah pewarta semua aktifitas/kebijakan/aksi serikat untuk anggotanya dan pekerja serta ke pihak terkait (pengusaha dan pemerintah) serta ke masyarakatnya.

Ada kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”. Pepatah ini masih relevan hingga sekarang.


Pepatah itu tidak hanya berlaku bagi manusia, tetapi juga untuk serikat pekerja. Jika pekerja tidak mengenal apa itu serikat, tidak mengetahui apa manfaat yang bakal didapat, sudah pasti mereka tidak akan tertarik menjadi anggota. Termasuk ke pemerintah atau pengusaha, mereka perlu tahu posisi serikat dan tuntutannya.

Oleh karena itu, penting bagi serikat pekerja memiliki tim media untuk mempublikasikan kegiatan dan perjuangan organisasi agar bisa diketahui secara luas. Ketika banyak yang tahu, serikat menjadi dikenal dan mendapat banyak dukungan, hingga akhirnya tak sedikit yang tertarik untuk bergabung menjadi anggota, tak sedikit yang tertarik untuk mendukung kampanye dan aksi serikat.


Menyadari pentingnya keberadaan media di dalam pengorganisasian serikat pekerja, PSI -SASK Energy Project for Indonesia menyelenggarakan Workshop dan Training bertajuk “Mengembangkan Strategi Pengorganisasian Melalui Publikasi dan Media Organisasi” di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat pada 6-8 April 2021. Workshop dan training ini diikuti 33 peserta dari serikat pekerja yang terlibat dalam projek ini, SP PLN Persero, PP Indonesia Power, SP PJB, SPEE-FSPMI, dan Serbuk Indonesia.


Pelatihan yang menghadirkan Narasumber Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S. Cahyono ini bertujuan untuk menguatkan posisi serikat pekerja dalam strategi pengorganisasian, membangun karakter dan image serikat pekerja melalui publikasi dan media sharing, serta membantu organiser dan pemimpin serikat pekerja dalam mempersiapkan publikasi yang baik melalui tulisan, video, poster, leaflet dan lainnya.


Di samping itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membantu serikat pekerja memilih media komunikasi yang tetap dalam mewartakan berita, informasi, dan cerita sukses berorganisasi baik melalui website, media sosial atau bulletin.

Di hari pertama (6/4/2021), peserta mendiskusikan perihal strategi yang harus dilakukan dalam pengorganisasian serikat pekerja. “Sudah berapa lama kawan-kawan bergabung di dalam serikat?” Tanya Kahar mengawali sesi ini. Jawaban peserta beragam. Dari yang paling baru adalah 3 bulan dan paling lama lebih dari 15 tahun. Berdasarkan pengalaman dari peserta, baik yang sudah lama maupun yang baru bergabung dalam serikat, mereka mengatakan bahwa serikat sangatlah penting bagi pekerja. “Berserikat adalah panggilan hati nurani. Di sana kita bisa membantu sesama, berjuang untuk memastikan agar di tempat kita bekerja tidak ada diskriminasi dan pelanggaran hukum ketenagakerjaan,” ujar Novarusiana (SP PLN Persero), yang sudah bergabung di dalam serikat pekerja lebih dari 15 tahun. Hal senada juga disampaikan peserta yang lain.


Memang, ada sejumlah hambatan ketika mengajak pekerja agar bersedia bergabung dan aktif di serikat pekerja. Di antaranya, rasa takut yang berlebihan, adanya larangan, ingin melihat hasilnya dulu, dan lain sebagainya. Namun demikian, berdasarkan pengalaman yang digali dari peserta, hambatan-hambatan tersebut bisa diselesaikan. Kuncinya adalah konsistensi dan keteladanan dari organizer di masing-masing serikat pekerja untuk terus menyuarakan pentingnya berserikat.


Dalam sesi selanjutnya, “brain storming – organising dan pentingnya publikasi yang baik dalam serikat pekerja”, secara bergiliran satu per satu peserta menyampaikan pengalamannya saat bekerja dengan media untuk mempublikasikan kegiatan serikat pekerja. Setelah semua memberikan brain storming, didapat satu kesimpulan, bahwa penting bagi serikat pekerja untuk mempublikasikan kegiatannya melalui media organisasi.


Seperti kata pepatah dalam bagian awal tulisan ini, tak kenal maka tak sayang. Jika kegiatan serikat pekerja tidak dipublikasikan, tidak akan ada yang tahu apa saja yang sudan diperbuat oleh serikat. Karena tidak tahu, mereka akan menganggap bahwa serikat tidak melakukan apa-apa. Lebih parah lagi jika ada yang beranggapan bahwa serikat pekerja tidak berguna.


Di hari kedua (7/4/2021), peserta akan belajar mendokumentasikan laporan dan berita dalam bentuk tulisan, video, foto, dan mempersiapkan materi kampanye melalui gambar (infografis, poster, karikatur, dan sebagainya). Sementara di hari terakhir, besok, peserta akan mempresentasikan hasil praktik penulisan dan materi kampanye.

Foto kegiatan – klik disini

———————————————-

PRESENTASI (silahkan di download dengan bertanggung jawab, kalau mau menggunakan presentasi ini mohon ijin ke narasumber)

Training Perjanjian Kerja Bersama bagi pemimpin serikat pekerja

Bertempat di Hotel Santika Bogor dari tanggal 29-31 Maret 2021, 29 orang peserta mewakili SP PLN Persero, SP PJB, PP Indonesia Power, Federasi Serbuk dan SPEE-FSPMI mengikuti kegiatan ini.

Trainining ini diselenggarakan untuk mempersiapkan serikat pekerja dan membantu mereka dalam mempromosikan pemahaman komprehensif tentang PKB. Dua narasumber dari Asosiasi Jurudidik Pekerja (AJP), bung Chandra Mahlan dan bung Sulistiyono membantu kantor proyek memfasilitasi kegiatan training ini.

Ada 5 tujuan yang ingin kita capai dalam training ini yaitu:

  • Meningkatkan pemahaman peserta tentang proses perundingan bersama dan dinamika meja perundingan dan mengidentifikasi strategi dan keterampilan untuk meningkatkan peluang mereka tidak hanya untuk sukses di meja perundingan, tetapi juga untuk hubungan manajemen tenaga kerja yang produktif jangka panjang.
  • Memahami hukum dan peraturan yang terkait dengan peningkatan kondisi kerja dan bagaimana mempertahankan kepentingan pekerja
  • Memahami sistematika PKB dan cara menulis serta menyiapkan isinya
  • Mendapatkan pengalaman negosiasi dan dinamika meja perundingan melalui permainan peran
  • Memahami sengketa PKB yang mungkin akan muncul

Bagi serikat pekerja, perjanjian kerja bersama (PKB) adalah bentuk kekuatan kolektif pekerja untuk melindungi kepentingan mereka dengan menyimbangkan kekuatan pekerja dengan pengusahanya. PKB menyediakan peluang dan cara bagi pekerja untuk membela, melindungi dan meningkatkan standar kehidupan mereka di tempat kerjanya. Dalam proses perundingan, secara implisit PKB membutuhkan pengakuan dari kedua belah pihak, tetapi seringkali, pengusaha mencegah serikat pekerja untuk menggunakan hak kolektif ini atau undang-undang dan peraturan memiliki kriteria untuk serikat pekerja dalam mewakili pekerja dalam melaksanakan hak berunding ini, terutama ketika terdapat banyak serikat pekerja dalam satu perusahaan.

PKB bisa menjadi indikator utama kesuksesan serikat pekerja di tempat kerjanya. Oleh karena, melalui pelatihan ini dan nantinya akan dilanjutkan di masing-masing serikat pekerja peserta, akan tumbuh PKB-PKB baru atau perbaikan nilai kualitas isi PKB mereka saat ini.

———————————–

Presentasi (Bisa digunakan dengan bebas untuk kepentingan pendidikan, tetapi kalau mau memperbanyak/menggunakan bahan presentasi ini, mohon ijin disampaikan kepada pembuat presentasi ini)

Konsolidasi OS Jawa Tengah

Konsolidasi tanpa henti. Sampai dengan tanggal 9 April depan, SERBUK Komwil Jateng-DIY aktif melakukan konsolidasi sebagai persiapan untuk pertemuan bersama pekerja OS PLN, khususnya bagian pembaca meter. Hak-hak pekerja masih menjadi perhatian utama dalam konsolidasi ini, apakah masih terdapat permasalahan atau tidak.

Akhir pekan kemarin, 20 Maret 2021, ada dua konsolidasi yang dilakukan, pertama di Klaten pada hari Jum’at pagi, dan di Demak pada hari Sabtunya. Konsolidasi ini akan terus dilakukan sampai pekerja OS PLN di Jateng dan DIY memiliki wadah perjuangan bersama.

Konsolidari SPLAS-SERBUK ke unit Sragen

Kamis, 11 Maret 2021, Serikat Pekerja Listrik Area Solo Raya (SPLAS) Unit Sragen mengadakan konsolidasi anggota selama sehari penuh. Kegiatan ini diselenggarakan di aula terbuka RM. Gentan Permai, Jl Ngargoyoso-Kemuning, Karanganyar, untuk meminimalisir kontak di antara peserta sebagai usaha pencegahan inveksi Covid 19.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris SPLAS Tri Joko Susilo, merupakan pertemuan pertama yang melibatkan lebih banyak anggota, setelah sebelum-sebelumnya acara seperti, konsolidasi, pendidikan, dan training-training, dilakukan melalu tim-tim kecil maupun via udara. Selain itu, hadir juga kawan-kawan seperjuangan dari FSPLN Semarang Timur dan Demak, yang sedang berjuang menghadapi kesewenang-wenangan pengusaha. Dan juga hadir bung Fajar Setyo Nugroho, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi SERBUK Indonesia.

Beberapa catatan penting dari kegiatan ini adalah Gerakan Buruh ke depan perlu memperkaya lagi strategi perjuangan, sebab, peraturan-peraturan yang baru di bidang ketenagakerjaan tidak berpihak pada kepentingan pekerja. “PP 35 tahun 21, meskipun baru disahkan, sudah memakarkan korban anggota SERBUK di Sumatera Selatan, hanya dengan alasan produksi sedang menurun, maka perusahaan melakukan PHK. Tanpa perlu membuktikan apa-apa.” Terang Fajar, menceritakaan dampak nyata UU Cipta Kerja dan turunannya.

Selain memperkaya strategi perjuangan, catatan penting lainnya yaitu, memperkuat kesolidan. Sebab tanpa kesolidan gerakan sulit memenangkan tuntutan. Seperti yang disampaikan mas Tri Joko, “kekalahan-kekalahan pekerja di dalam melakukan perjuangan perbaikan di tempat kerja, seringkali gagal karena sesama anggota sudah saling curiga, hilang kepercayaan, yang membuat perjuangan patah di tengah jalan. Jadi, seringkali perjuangan pekerja digagalkan oleh dirinya sendiri. SPLAS tidak boleh begitu.” tegas mas Tri.

Afiliasi Indonesia membangun koordinasi dan kerjasama

Tanggal 4 Maret 2021, PSI Indonesia NCC melakukan rapat koordinasi dan konsolidasi bertempat di Hotel Maxone Kramat Jakarta.

PSI afiliasi di Indonesia terdiri dari 7 (tujuh) serikat pekerja yaitu FSP FARKES R, SPPLN Persero, PP Indonesia Power, SP PJB, SP Angkasa Pura, SP PDAM jakarta dan SP BPJS Ketenagakerjaan

Kegiatan ini selain untuk memberikan update atau perkembangan terkini kondisi dan situasi serikat pekerja afiliasi juga memaparkan isu-isu pergerakan buruh di Indonesia terutama terkait dengan UU Cipta Kerja No 11/2020. Serikat sepakat akan penolakan UU tersebut terutama Kluster Ketenagakerjaan. Serikat sektor ketenagalistrikan menambahkan tentang sub-kluster ketenagalistrikan yang mereka tolak dan saat ini bersama dengan GEKANAS melakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi.

Kegiatan koordinasi dan konsolidasi afiliasi PSI ini akan menjadi agenda rutin bersama guna membangun kekuatan serikat sektor layanan publik di Indonesia.

Setelah pertemuan selesai, serikat sektor ketenagalistrikan mengadakan pertemuan Project Management Committee (PCM) membahas update terkini implementasi kegiatan bersama dan yang dilakukan oleh serikat. Andy Wijaya, Sekjen PP Indonesia Power dan koordinator PCM memimpin pertemuan ini dan melaporkan perkembangan pertemuan mereka dengan GEKANAS.

Pertemuan dengan GEKANAS akan dilakukan hari Senin (8/03/2021) untuk persiapan konferensi pers terkait terbitnya PP No 25/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral

Serikat pekerja sektor ketenagalistrikan mengadakan pertemuan PCM

Sapa Milinieal, SP PLN: Teguhkan Eksistensi, Perjuangan Wujudkan Kesejahteraan

Milenial merupakan generasi yang fenomenal. Satu generasi yang akrab dengan internet. Sebagian besar dari mereka mengandalkan media sosial sebagai tempat untuk mendapatkan informasi.

Terlepas dari itu, sebagai generasi muda, mereka adalah pemilik masa depan. Tak bisa dipungkiri, pada saatnya nanti yang tua akan pergi. Sementara yang muda akan meneruskan estafet perjuangan ini.

Karena itulah, jika serikat pekerja menginginkan gerakan yang berkesinambungan, mau tak mau harus mendekatkan diri dengan kaum milenial.

Inilah yang dilakukan Serikat Pekerja PT Perusahaan Listrik Negara Persero (SP PLN Persero). Sadar bahwa kaum milenial adalah bagian penting dari serikat pekerja, mereka mengadakan kegiatan bertajuk SP PLN Sapa Milenial.

Konsep kegiatan diselenggarakan khas anak muda. Selain tatap muka secara langsung, peserta juga bisa mengikuti kegiatan ini melalui Zoom. Pilihan tempat kegiatan pun menyesuaikan. Di kantor atau di tempat yang nyaman untuk fasilitas pertemuan.

Ketua Umum SP PLN Persero Muhammad Abrar Ali menjelaskan, kegiatan diisi dengan sharing untuk menguatkan posisi serikat dan peran orang muda milenial. Juga disampaikan apa peran SP PLN Persero dalam mempertahankan kedaulatan energi dan kualitas layanan ketenagalistrikan.

“Kami juga menyampaikan peran dan fungsi serikat dalam melindungi dan menyejahterakan anggota dan keluarga. Dalam kesempatan ini, SP PLN Persero mendiskusikan PKB dan isu-isu ditempat kerja,” ujarnya. Lebih dari itu, lanjutnya, dalam kegiatan ini juga disampaikan bagaimana perjuangan serikat pekerja dalam melindungi PLN dari ancaman privatisasi.

Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, akan tumbuh kesadaran di dalam diri milenial, bahwa serikat pekerja memiliki peran penting untuk membela, melindungi, dan mempertahankan hak serta kepentingan para pekerja. Untuk itu, program pendidikan dan pelatihan telah dirancang dan disiapkan. Salah satunya TOT untuk mendidik calon trainer serikat yang akan diselenggarakan di Yogya minggu depan.

Tidak hanya pelatihan, SP PLN Persero bersama dengan Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas) juga melakukan perlawanan terhadap UU Cipta Kerja dengan melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

Sekretaris Jenderal SP PLN Persero Bintoro Suryo Sudibyo menambahkan, SP PLN Sapa Milenial sudah berlangsung dua kali. Pertama diselenggarakan di Padang pada 24 Februari 2021, kemudian di Lampung pada 1 Maret 2021.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal bagi Pengurus DPP dengan Pengurus DPD, DPC dan DPAC; serta membangun komunikasi langsung yang effektif antara DPP SP PLN dengan grassroot (akar rumput), khususnya kaum milenial,” kata Bintoro.

“Selain itu, sebagai upaya untuk melakukan kaderisasi kepengurusan SP PLN guna mempertahankan eksistensi perjuangan SP PLN Persero dalam memperjuangkan kedaulatan energi, mengawal kepentingan perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan insan PLN,” tegasnya.

Local organisers: Perekrutan dan Penguatan Organisasi

Tanggal 06 Februari, bertempat di KC Cirebon, Jawa barat dengan di koordinasi oleh bung Machbub , dan di hadiri 41 pekerja dari PT NSA , DESBASEGA dan HPI Cirebon PP SPEE FSPMI dengan penyampai materi bung Suherman , Mimin Ida Nurjanah , dan Hapsari memberikan materi untuk pembekalan serikat pekerja untuk pekerja dan anggota SPEE OS PLN di wilayah Cirebon. Dalam kesempatan tersebut bung Samsuri wakil FSPMI melantik anggota baru dari PT DESBASEGA , maka jumlah anggota di wilayah Cirebon bertambah.

Pelantikan dan pendidikan dasar serikat pekerja ini kami tujukan untuk penguatan dan pembekalan untuk pekerja , bahwa dengan berserikat mereka paham akan hak-haknya dan sebagai kekuatan bargaining bagi mereka untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja apapun itu jenis pekerjaan nya.